Search This Blog

Tuesday, November 24, 2009

Mindset

Bagian pertama memaparkan sebelas pola pikir. Pertama, meskipun banyak hal berubah,
kebanyakan hal tetap konstan. Olah raga, pertanian, bisnis, membuktikan bahwa kebanyakan perubahan adalah ada pada cara melakukannya, bukan apa yang dilakukan.Kedua, masa depan tertanam di masa kini. John Keynes meramalkan ganti rugi yang dituntut Jerman setelah PD I akan menyeret dunia ke bencana. Friedrich Hayek meramalkan kejatuhan komunisme karena pemerintah terpusat baru akan berhasil apabila mengetahui berbagai keputusan yang dibuat pasar sebelum putusan itu dibuat – ini mustahil. Mereka mengkaji masa kini dan menemukan apa yang akan terjadi di masa depan.
Ketiga, fokus pada skor pertandingan. Perhatikan hasil akhirnya. Ekonomi di Jerman pada 2005 tumbuh sebesar 1.5 % tapi angka pengangguran menjadi 10.4% sehingga ekonomi Jerman tidak tumbuh sama sekali. Dulu ada kekuatiran terjadinya pembekuan suhu di bumi, sekarang orang kuatir terjadinya pemanasan bumi.
Keempat, memahami betapa menguntungkannya bila anda tidak harus benar. Albert Einstein tidak mengikuti pakem yang ada di fisika saat itu sehingga dia mampu menemukan teori baru. Dia bebas berimajinasi menghubungkan titik titik yang seolah tidak berhubungan, dan terbuka terhadap hasilnya, apapun itu. John memprediksi kemunduran stasiun tv raksasa karena tergerus oleh tv kecil yang tersegmentasi. Saat itu mereka sedang di puncak kejayaan sehingga John ditertawai orang. Tapi dia melihat sebuah proses bahwa segala sesuatu yang multiguna sedang merosot dikalahkan yang tersegmentasi. Harus selalu benar membuat pikiran tertutup sehingga tidak mampu melihat kebenaran. Harus berani melawan konsep mapan untuk terbuka terhadap kebenaran.
Kelima, melihat masa depan sebagai potongan teka teki. Banyak potongan kemungkinan yang tidak seperti garis lurus. Carilah seperti mencocokkan teka teki potongan sehingga tercipta sebuah gambaran yang utuh dan masuk akal. Bingkainya bisa besar atau kecil.
Keenam, jangan berada terlalu jauh di depan sampai sampai orang tidak menganggap anda bagian dari mereka. Contohnya kasus Copernicus dan Galileo Galilei.
Pemimpin ibarat pemandu wisata, harus selalu terlihat oleh anggotanya agar bisa diikuti. Jika berlari sendirian sampai tidak terjangkau oleh pengikutnya maka dia tidak akan mencapai apapun. Jadi pemimpin harus menemukan keseimbangan antara pandangan jauh ke depan sambil tetap berada dalam jangkauan pandangan anggotanya.
Ketujuh, resistensi terhadap perubahan berhenti jika ada manfaat nyata. Rakyat Prancis dan Belanda pada 2005 menolak rancangan konstitusi Eropa karena tidak melihat manfaatnya. Rakyat Thailand mau berganti tanaman setelah melihat manfaatnya. Di Cina orang mau meninggalkan desa ke kota karena mendapatkan kemajuan ekonomi. Jadi pemimpin harus menyampaikan manfaat perubahan bagi rakyatnya. Kalau memang nyata maka mereka akan mengikuti.
Kedelapan, hal yang diperkirakan akan terjadi selalu terjadi lebih lambat. Impian terbang sudah ada sejak berabad lalu tapi baru di awal abad keduapuluh impian itu mulai terwujud. Mesin uap, komputer, film, telepon, mobil, radio dimulai sejak lama. Segala perubahan terjadi secara evolusioner, bukan revolusioner.
Kesembilan, hasil bukan diperoleh dari mengatasi masalah tapi dari mengekspoitasi peluang. Jimmy Carter menang pilpres karena memanfaatkan kemajuan teknologi baru. Ketika kamera digital ditemukan maka kamera lama surut. Daripada berusaha memecahkan masalah penjualan kamera lama yang terus turun lebih baik memanfaatkan peluang dengan kamera digital. Danone memanfaatkan peluang di Polandia untuk produk susu segar dengan menjadi pemain pertama yang masuk pasar. Aflac, sebuah perusahaan asuransi AS juga melihat peluang di Jepang ketika melihat orang Jepang memakai masker karena alasan kesehatan. Masa depan dan perubahan menawarkan banyak peluang. Wirausaha harus mampu melihat peluang lain.

Source: http://id.shvoong.com

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...