Rabu, 2 September 2009, pukul 14.55 WIB. Pulau jawa digoyang dengan kekuatan 7.3 SR, goyangan lebih dari 3 menit tersebut telah menggetarkan seluruh pulau jawa, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, dan bahkan sampai pulau Bali pun merasakan goyangan itu. Menurut catatan BMKG, pusat gempa berada di titik 8,42 lintang selatan, 107,32 bujur timur, selatan jawa. Gempa tersebut terjadi akibat tabrakan lempeng tektonik atau aktivitas tektonik di selatan jawa.
Hingga tulisan ini dipublis, berdasarkan data satkorlak PB Pemprov Jabar hingga pukul 18.00, jumlah korban tewas mencapai 53 orang, terdiri dari Kab. Bandung, Garut, Tasik malaya, Ciamis, Sukabumi, Bogor, dan masih terdapat 37 orang masih dalam pencarian karena diduga tertimbun tanah longsor, di Cianjur. Korban luka-luka mencapai 187 orang, juga kerusakan bangunan seperti rumah warga, sekolahan, masjid, dan bangunan lainnya.
Ketika gempa mengguncang pulau jawa, sekitar pukul 22.00 WIB, giliran grup band Letto mengguncang kota Kebumen, yang sebelumnya di isi dengan dakwah Ustadz Fauzi Arkam. Acara yang berlangsung di Alun-alun Kebumen tersebut merupakan serangkaian kegiatan yang digelar di 10 kota di Jateng dan DIY.
Tampak nuansa beda dalam konser tersebut, lagu “sandaran hati” diiringi dengan berbagai aransemen, seperti dangdut juga irama padang pasir. Sekitar delapan lagu dilantunkan, seperti Letholigica, kau, aku, obsesiku, sandaran hati, senyumanmu, permintaan hati, dan lubang di hati. Konser tersebut berlangsung hingga pukul 23.00 WIB, denan lagu penutup Lubang dihati.
Source: http://ngakak.org
No comments:
Post a Comment